20th Anniversary
Close

Search Product

Liontin Zaman Es Ditemukan di Leang Bulu Bettue Maros, Sulawesi Selatan

Liontin Zaman Es Ditemukan di Leang Bulu Bettue Maros, Sulawesi Selatan

Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan menemukan liontin yang digunakan pada akhir masa pleistosen (zaman es) di Leang Bulu Bettue, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menggambarkan manusia purba yang tinggal di wilayah Garis Wallacea sudah memakai perhiasan dalam kesehariannya.
 

Penelitian ini dikerjakan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Lab Arkeologi Universitas Hasanuddin, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan. Selain itu, ada juga peneliti evolusi manusia dari beberapa kampus di Australia, seperti Griffith University, Wollonggong University dan Australian National University (ANU). Dalam penemuan ini, selain menemukan liontin yang dihasilkan dari tulang jari beruang kuskus, tim peneliti juga menemukan bebatuan yang diyakini sebagai benda seni yang dapat dibawa-bawa atau umumnya disebut portable art.
 

Mubarak Andi Pampang, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa tim juga menemukan benda-benda seni yang terbuat dari batu yang diukir dan dapat dibawa ke mana-mana oleh manusia purba. Selain itu, ditemukan juga banyak kapak batu dan tulang-belulang mega fauna, seperti tulang Anoa Babi dan Rusa di akhir zaman pleistosen. Temuan ini pun ditemukan berada di sekitar lokasi eskavasi di Leang Bulu Bettue.
 

“Para peneliti dalam tim ekskavasi di Leang Bulu Bettue meyakini adanya faktor modifikasi atau pelubangan tulang jari beruang kuskus yang dijadikan sebagai perhiasan oleh manusia purba, kami menyebutnya “Perhiasan dari Bettue,” selain itu ada koneksi paralel dengan penemuan bahan pewarna dari mineral atau hematit, yang diterapkan manusia purba untuk melukis di dinding gua, yang usianya diperkirakan 17 sampai 40 ribu tahun lalu,” ujar Mubarak dikala diwawancara pada hari Jumat, 7 April 2017 yang lalu.
 

Penelitian berkaitan perhiasan tertua di Indonesia ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal yang berjudul “Early human symbolic behavior in the Late Pleistocene of Wallacea” yang dipublikasikan di website Proceedings of The National Academy of Sciences of The United States of America (PNAS), yang baru saja diterbitkan pada 3 April 2018 kemarin.
 

Sejak zaman purba saja, manusia sudah mengenal dengan apa yang disebut dengan perhiasan dan kebiasaan untuk bersolek, maka tidak heran jika Anda dan para wanita di dunia sangat menyukai perhiasan. Untuk Anda yang ingin memperoleh perhiasan berupa liontin seperti liontin huruf, liontin inisial, ataupun liontin salib, maka Anda dapat memperolehnya melalui Passion Jewelry. Passion Jewelry adalah sebuah butik perhiasan pertama di Indonesia yang dapat melakukan pembelian secara offline maupun online. Passion Jewelry tidak hanya menyediakan cincin kawin, tetapi juga menyediakan berbagai perhiasan, seperti kalung, cincin, gelang, dan lain-lain. Tidak hanya itu, Passion Jewelry pun menyediakan informasi terbaru terkait harga cincin tunangan dan harga cincin pernikahan terlengkap. Untuk informasi lebih lanjut, dapat Anda peroleh melalui website official Passion Jewelry di passionjewelry.co.id.
 

 

The First Indonesia OMNI Channel Jewelry Boutique,

All Item Ready Stock

Liontin Zaman Es Ditemukan di Leang Bulu Bettue Maros, Sulawesi Selatan

Be the first to know the latest diamond jewelry information and special offers from us.