Berapa Jarak Lamaran ke Pernikahan dalam Adat Jawa? Mari Simak Jawaban dan Urutan Prosesinya!
Jarak lamaran ke pernikahan merupakan hal yang harus diputuskan dengan penuh pertimbangan karena berpengaruh terhadap proses persiapan pernikahan secara keseluruhan. Jika terlalu terburu-buru, bukan tidak mungkin Passioners dan pasangan akan merasa stres sekaligus kelelahan.
Apalagi jika Passioners dan pasangan berencana menggelar resepsi pernikahan dengan adat tertentu yang memiliki banyak sekali rangkaian prosesi, seperti adat Jawa. Lalu, sebaiknya berapa jarak lamaran ke pernikahan dalam adat Jawa? Mari simak jawabannya melalui artikel berikut.
Baca juga: Berapa Jarak Lamaran ke Pernikahan? Ini Jawaban & Daftar Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pasangan
Berapa Jarak Lamaran ke Pernikahan dalam Jawa?
Dalam adat Jawa, lamaran dan pernikahan merupakan rangkaian prosesi yang saling berkaitan dan sarat akan makna. Setelah lamaran diterima oleh kedua belah pihak keluarga, umumnya akan dilakukan pembahasan mengenai hari baik untuk akad nikah maupun resepsi berdasarkan perhitungan adat Jawa atau kesepakatan keluarga.
Oleh karena itu, berapa jarak lamaran ke pernikahan dalam adat Jawa tidak memiliki aturan baku, tetapi lebih menyesuaikan pada hasil musyawarah serta kesiapan calon pengantin. Secara umum, 3 hingga 6 bulan merupakan jarak lamaran ke pernikahan yang paling sering dipilih oleh para pasangan.
Rentang waktu tersebut dianggap cukup ideal untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari mengurus dokumen pernikahan, memilih venue dan vendor, menyiapkan busana adat, hingga melaksanakan prosesi adat seperti siraman, midodareni, dan rangkaian upacara lainnya. Dengan kata lain, adat Jawa lebih menekankan kesiapan kedua belah pihak daripada menentukan berapa jarak lamaran ke pernikahan.
Faktor yang Menentukan Jarak Lamaran ke Pernikahan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat Jawa tidak memiliki aturan baku mengenai berapa jarak lamaran ke pernikahan. Alih-alih berpatokan pada waktu tertentu, para pasangan dan keluarga kedua calon mempelai biasanya justru mempertimbangkan beberapa hal berikut.
1. Menentukan Hari Baik
Masyarakat Jawa biasanya menentukan tanggal pernikahan berdasarkan pada perhitungan primbon yang didapatkan melalui perhitungan weton atau hari lahir kedua mempelai.
Hal ini dilakukan agar rumah tangga yang dibangun memperoleh keberkahan, keharmonisan, dan kelancaran. Setelah dilakukan perhitungan, biasanya akan didapatkan beberapa hari baik dan kemudian dipilihlah salah satu tanggal yang paling memungkinkan.
2. Persiapan Prosesi Adat
Pernikahan adat Jawa memiliki rangkaian acara yang cukup banyak, mulai dari pasang tratag dan tarub, siraman, hingga tilik besan atau ngunduh mantu. Semuanya tentu membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Semakin banyak prosesi yang akan dilakukan, maka semakin panjang pula waktu persiapan yang dibutuhkan.
3. Kesiapan Finansial
Berapa jarak lamaran ke pernikahan juga biasanya dipengaruhi oleh kesiapan finansial kedua belah pasangan. Pasalnya, pernikahan merupakan acara besar yang membutuhkan banyak biaya mulai dari sewa gedung, katering, dokumentasi, busana, hingga cincin pernikahan. Jarak antara lamaran dan pernikahan biasanya akan dimanfaatkan oleh para pasangan untuk menabung atau mematangkan kondisi finansial.
4. Kesiapan Kedua Keluarga
Selain kesiapan kedua calon mempelai, berapa lama jarak lamaran ke pernikahan juga ditentukan oleh kesiapan keluarga kedua mempelai. Pasalnya, kedua belah pihak keluarga juga memerlukan waktu untuk mempersiapkan berbagai hal seperti menyusun daftar tamu, membagi tugas, hingga mengatur kedatangan anggota keluarga dari luar kota atau luar negeri.
Urutan Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Pernikahan adat Jawa terdiri dari berbagai prosesi yang dimulai jauh-jauh hari sebelum kedua mempelai mengucapkan janji suci. Bukan tanpa makna, setiap prosesi mengandung filosofi yang bertujuan untuk membangun keluarga yang sakinah.
Nah, sebelum Passioners dan pasangan menentukan berapa jarak lamaran ke pernikahan adat Jawa, berikut beberapa prosesi yang perlu Passioners lakukan sejak sebelum hingga sesudah hari pernikahan.
- Pasang tarub merupakan tanda resmi bahwa pihak keluarga pria atau wanita akan mengadakan hajatan
- Prosesi srah-srahan dimana keluarga pihak pengantin pria akan memberikan beberapa barang kepada pihak keluarga wanita.
- Siraman yang menjadi simbol dari membersihkan jasmani dan rohani sebelum ijab kabul dilakukan.
- Midodareni, di mana sang calon mempelai wanita bersama ibu, ayah, dan teman-temannya akan berdoa agar acara pernikahan yang dilaksanakan esok hari berjalan dengan lancar dan sang mempelai wanita tampak cantik seperti bidadari.
- Ijab kabul yang mengesahkan calon mempelai pria dan wanita menjadi sepasang suami istri.
- Panggih atau temu manten, sebuah prosesi yang dimana kedua mempelai akan saling melempar (balangan) gulungan daun sirih (gantalan sirih).
- Bobot timbang yang melambangkan bahwa ayah mempelai wanita sudah menerima menantunya dan menganggapnya sebagai anak sendiri.
- Nanem Jero yang memiliki arti bahwa kedua mempelai diberi tugas untuk memberi keturunan yang baik sekaligus menjadi orang tua yang baik pula.
- Kacar-kucur menjadi lambang bahwa sang suami memberi nafkah dan sang istri harus mampu memanfaatkannya dengan hemat dan cermat.
- Dulangan atau klimahan melambangkan bahwa rumah tangga dipimpin oleh suami dan keduanya harus hidup dengan rukun dan saling membantu.
- Sungkeman merupakan simbol dharma bhakti serta memohon restu kepada orang tua.
- Tilik besan atau ngunduh mantu, prosesi dimana kedua pengantin beserta orang tua mempelai wanita, keluarga, dan tetangga akan mengunjungi besan atau orang tua mempelai pria.
Fuchsia Collection, Ungkapan Cinta Tanpa Syarat untuk yang Terkasih
Selain menentukan berapa jarak lamaran ke pernikahan, ada hal lain yang perlu Passioners dan pasangan persiapkan dengan baik, yaitu cincin pernikahan. Nah, bagi Passioners yang menginginkan cincin nikah yang tidak hanya cantik, namun juga penuh makna, koleksi cincin dari Fuchsia Collection tentu akan menjadi pilihan yang cocok.
Diamond Ring Fuchsia CWF3105 Diamond Ring Fuchsia CWF2882 Fuchsia Diamond Ladies Ring CWF2998 IDR 28,280,500 Apresiasikan penampilan keseharian anda dengan cincin berlian dari Passion Jewelry agar anda terlihat berkilau dan menarik. Specification IDR 18,049,000 Apresiasikan penampilan keseharian anda dengan cincin berlian dari Passion Jewelry agar anda terlihat berkilau dan menarik. Specification IDR 16,647,000 Apresiasikan penampilan keseharian anda dengan cincin berlian dari Passion Jewelry agar anda terlihat berkilau dan menarik. Specification
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Memadukan kilau mewah dari berlian dan batu rubellite berwarna fuchsia yang romantis, koleksi ini akan menjadi pilihan yang sempurna bagi Passioners yang ingin tampil menonjol di momen penuh cinta.
Selain itu, rubellite merupakan batu yang dipercaya memiliki pengaruh positif pada chakra jantung yang berhubungan dengan cinta dan empati. Batu ini juga populer sebagai batu yang membangkitkan perasaan cinta dan kasih sayang. Hal ini tentu menjadikannya sebagai pilihan yang sempurna untuk cincin pernikahan.
Demikianlah penjelasan mengenai berapa jarak lamaran ke pernikahan dalam adat Jawa, urutan prosesi, hingga koleksi cincin yang bisa Passioners pilih. Selain Fuchsia Collection, Passioners dan pasangan juga bisa menjelajahi keindahan koleksi cincin dari Passion Jewelry lainnya dengan mengunjungi butik perhiasan kami secara langsung maupun melihat katalog produk secara online melalui www.passionjewelry.co.id.



