20th Anniversary
Close

Search Product

Semua Tentang Foto Prewedding: Pengertian, Fungsi, Waktu, & Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

prewedding, foto prewedding, prewedding outdoor, prewedding adalah, konsep prewedding, tema prewedding,

Sebelum acara pernikahan, calon mempelai pria dan wanita biasanya akan melakukan sesi foto yang dikenal dengan foto prewedding atau foto pra-pernikahan. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan foto prewed? Haruskah sesi foto ini dilakukan? Jika iya, kapan? Nah, untuk menjawab berbagai pertanyaan ini, mari simak penjelasan dalam artikel berikut.

Apa Itu Prewedding?

Secara bahasa, prewedding atau juga sering disingkat dengan prewed merupakan masa-masa pra-pernikahan atau masa ketika seseorang belum menikah. Meski demikian, di Indonesia, kata ini lebih sering diartikan sebagai sesi foto yang dilakukan oleh calon pengantin sebelum pernikahan.

Sesi foto pra-pernikahan ini pertama kali berkembang di Asia, tepatnya di China pada tahun 1990. Pada masa itu, berbagai sinetron dengan genre romansa seperti Full House dan Meteor Garden ternyata menginspirasi banyak pasangan di negara tersebut untuk membuat foto-foto mesra sebelum pernikahan.

Apa Bedanya Prewed dan Wedding?

Meski prewedding saat ini sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh banyak pasangan, ternyata masih banyak yang bingung akan perbedaan prewed dan wedding. Prewedding adalah sesi pemotretan yang dilakukan oleh calon pengantin sebelum hari pernikahan.

Di sisi lain, wedding adalah acara pernikahan yang mencakup prosesi resmi seperti akad atau pemberkatan, tukar cincin, hingga resepsi bersama keluarga dan tamu undangan. Singkatnya, prewed merupakan sesi dokumentasi yang dilakukan sebelum menikah, sedangkan wedding adalah momen berlangsungnya pernikahan resmi.

Apakah Prewedding Itu Perlu?

Bagi Passioners yang sedang mempersiapkan pernikahan, pertanyaan seperti “Apakah sesi foto prewed perlu dilakukan?” mungkin sering muncul. Fungsi foto prewedding bukan hanya untuk menghasilkan foto yang indah, namun juga dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan acara pernikahan.

Selain menjadi dokumentasi perjalanan pasangan sebelum resmi menjadi suami istri, foto yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat undangan pernikahan, ditampilkan pada layar LED saat resepsi, dekorasi venue, buku tamu, hingga dikoleksi dalam album atau photobook.

Bagi pasangan yang belum terbiasa difoto secara profesional, sesi prewedding juga menjadi kesempatan untuk berlatih berpose, berekspresi, dan membangun chemistry di depan kamera. Pasalnya, pengalaman yang didapatkan pada sesi foto pra-pernikahan biasanya dapat membuat sesi dokumentasi pada hari pernikahan terasa lebih nyaman.

Selain itu, selama sesi foto prewed, Passioners dan pasangan juga dapat lebih mengenal gaya kerja fotografer dan videografer. Sebaliknya, fotografer juga dapat memahami angle, ekspresi, serta karakter pasangan sehingga hasil dokumentasi pada hari pernikahan menjadi lebih maksimal.

Kapan Sebaiknya Foto Prewed Dilakukan?

Sesi foto prewed biasanya dilakukan 3 hingga 6 bulan sebelum acara pernikahan. Hal ini karena rentang waktu tersebut memberikan cukup waktu bagi para pasangan untuk mempersiapkan kebutuhan sesi foto mulai dari konsep, busana, dan lain-lain. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu Passioners perhatikan sebelum menentukan waktu untuk sesi foto pra-pernikahan.

1. Cuaca

Hal pertama yang perlu Passioners perhatikan sebelum memilih waktu untuk sesi foto pra-pernikahan adalah cuaca, apalagi jika Passioners dan pasangan berniat untuk menggunakan konsep prewedding outdoor.

Agar Passioners bisa melakukan sesi foto dengan pencahayaan alami yang optimal dan lokasi yang nyaman, Passioners sebaiknya melakukan foto prewed saat musim kemarau agar bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

2. Ketersediaan Fotografer

Hal kedua yang perlu Passioners pertimbangkan sebelum menentukan waktu prewed adalah ketersediaan fotografer. Pasalanya, fotografer terkenal biasanya memiliki jadwal yang padat karena banyaknya project yang harus ditangani, terutama pada musim-musim pernikahan.

Oleh karena itu, sebaiknya, sebelum menentukan waktu, Passioners bisa melakukan booking dan bertanya kepada fotografer yang Passioners inginkan mengenai kapan saja waktu luang yang sekiranya bisa digunakan.

3. Pertimbangkan Waktu Persiapan

Agar sesi foto prewedding berjalan dengan lancar dan menghasilkan foto yang sesuai dengan keinginan, Passioners tentu membutuhkan waktu persiapan yang cukup. Pasalnya ada banyak sekali persiapan yang harus dilakukan, mulai dari menentukan konsep atau tema, mencari lokasi yang sesuai, mempersiapkan busana, mencari make up artist jika diperlukan, hingga properti foto.

4. Kondisi Passioners dan Pasangan

Banyaknya hal yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan tidak jarang membuat para pasangan merasa stres dan kelelahan. Pada kondisi tersebut, melakukan sesi foto prewedding tentu terasa tidak memungkinkan. Oleh karena itu, penting bagi Passioners untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sesi foto sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

5. Waktu Pemotretan

Jika Passioners ingin melakukan sesi pemotretan dengan cahaya alami yang maksimal, Passioners dapat melakukan foto prewed antara pukul 06.00-09.00 pagi hingga 15.00-17.30 sore. Pada waktu tersebut, cahaya matahari akan terasa lebih lembut dan hangat sehingga foto yang dihasilkan akan terlihat lebih romantis dan natural.

6. Waktu Editing

Saat memilih waktu untuk prewedding, Passioners tidak hanya harus memikirkan kesiapan diri dan pasangan, namun juga vendor atau fotografer. Pasalnya, sang fotografer tidak hanya harus mengambil gambar, namun juga perlu melakukan proses editing untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik.

Apakah Boleh Foto Prewedding Sebelum Lamaran?

Salah satu hal yang sering kali dipertanyakan para pasangan adalah bolehkah sesi foto prewed dilakukan sebelum lamaran? Pasalnya, saat ini tidak jarang pasangan yang bahkan melakukan sesi foto prewedding sekaligus mengabadikan momen lamaran.

Sebenarnya, tidak ada aturan yang mengharuskan sesi foto prewed harus dilaksanakan setelah acara lamaran. Hanya saja, secara tradisional, urutan yang biasanya digunakan adalah lamaran, prewedding, baru setelah itu pernikahan. Meski demikian, sebenarnya, selama kedua belah pihak sudah sepakat dan memiliki rencana serius untuk menikah, pasangan dapat melakukan sesi pemotretan kapan saja.

Apalagi saat ini banyak pasangan yang terlebih dahulu melamar secara personal kepada pasangan, barulah mengadakan prosesi lamaran resmi menjelang pernikahan. Jika demikian, melakukan sesi foto prewed setelah acara lamaran formal dan sebelum pernikahan mungkin membuat jadwal acara terlalu padat bagi calon mempelai.

Tampil Menawan di Foto Pra Pernikahan dengan Koleksi Perhiasan Elegan

Siapa sih yang tidak ingin tampil menawan saat melakukan sesi foto pra-pernikahan? Setiap pasangan tentu ingin tampil sempurna pada momen penting ini. Tidak heran jika pilihan busana hingga tata rias selalu dipikirkan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan.

Namun, selain busana dan make up, ada hal lain yang bisa membuat Passioners tampak lebih elegan, yaitu perhiasan. Dengan pilihan perhiasan yang tepat, Passioners bisa membuat tema prewedding yang dipilih tampak lebih mewah, harmonis, dan berkelas.

Diamond Mirage Necklace Solitaire N17162

Fuchsia Diamond Bangle Fuchsia PGR0325

Diamond Bangle Nuarta S174-GKF0615BL

Diamond Mirage Necklace Solitaire N17162

Fuchsia Diamond Bangle Fuchsia PGR0325

Diamond Bangle Nuarta S174-GKF0615BL

IDR 14,141,000

Descriptions & Detail

Diamond 2 = 0.1080 TCW F/VS

 

Specification

Diamond 2 = 0.109 TCW F/VS

IDR 296,542,500

Descriptions & Detail

Apresiasikan penampilan keseharian anda dengan gelang berlian dari Passion Jewelry agar anda terlihat berkilau dan menarik.

 

Specification

Diamond 259 = 4.054 TCW F/VS , Rubellite 16 = 15.354 TCW FUCH/ND

IDR 234,999,000

Descriptions & Detail

 

Specification

Diamond 180 = 2.611 TCW BLK/ND

Misalnya, untuk tema foto prewed timeless classic, Passioners bisa memilih perhiasan solitaire yang memiliki karakter sederhana namun sangat elegan. Dengan busana gaun putih satin dan tuxedo hitam klasik, Passioners bisa melakukan sesi foto di hotel mewah atau ballroom untuk menghasilkan foto yang tetap terlihat cantik meski dilihat bertahun-tahun kemudian.

Sedangkan untuk tema prewedding royal elegance, Passioners bisa memilih perhiasan dari Fuchsia Collection yang memberikan kesan glamor, elegan, feminin, sekaligus mewah.

Di sisi lain, bagi Passioners yang menginginkan tema yang unik dengan tampilan yang artistik, Passioners bisa memilih perhiasan dari Passion x Nyoman Nuarta Collection untuk melengkapi penampilan selama sesi foto pra-pernikahan.

Selain beberapa koleksi perhiasan di atas, Passioners dan pasangan juga bisa menjelajahi berbagai koleksi perhiasan mewah dari Passion Jewelry lainnya dengan mengunjungi butik perhiasan kami secara langsung, maupun dengan melihat katalog produk dan melakukan pembelian secara online melalui www.passionjewelry.co.id.

prewedding, foto prewedding, prewedding outdoor, prewedding adalah, konsep prewedding, tema prewedding,

Be the first to know the latest diamond jewelry information and special offers from us.