Pengolahan Cincin Berlian Wanita Bermula Dari Afrika Selatan
Sejarah Pengolahan Cincin Berlian Wanita Di Afrika Selatan
Cincin berlian wanita – Zaman dahulu berlian bukan digunakan sebagai cincin akan tetapi hanya sebagai barang berharga juga alat tukar menukar dengan barang lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Kemudian muncullah rasa ingin tahu tentang berlian hingga berujung kepada sejarah pengolahan berlian menjadi cincin berlian wanita.
Sejarah pengolahan berlian ini muncul di era modern yang terjadi di benua Afrika tepatnya di Afrika Selatan. Tentu saja sejarah ini juga merupakan awal mula pengolahan perhiasan berlian asli sebelum kini muncul banyak cincin tunangan unik dan cincin berlian wanita yang banyak diperdagangkan. Bahkan di era modern ini berlian sudah merupakan salah satu alat investasi yang sangat bernilai harganya.
Di Afrika Selatan, batu berlian ditemukan pertama kali di Kimberley pada tahun 1866. 22 tahun setelah itu tepatnya pada tahun 1888 pengusaha Cecil Rhodes mendirikan suatu perusahaan tambang berlian De Beers. Dan di tahun 1900 De Beers melalui tambang berliannya di Afrika Selatan mengontrol kurang lebih sekitar 90% produksi berlian mentah di dunia. Saat itu Afrika Selatan menjadi sebuah negara yang kaya raya dengan tambang perhiasan berlian asli yang ada.
Sumber berlian ini tentu saja berpengaruh pada banyak pihak khususnya dalam industri batu berlian dan pengolahan cincin berlian wanita pada masa itu. Dengan seiring berjalannya waktu, kemudian penambangan mulai bergeser dari permukaan tanah menjadi menggali jauh di dalam perut bumi. Karena biaya tambang yang besar dan keuntungan yang kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan maka pencarian sumber baru berlian menekankan pada adanya perkembangan teknik tambang. Para pelaku industri perhiasan kemudian turut mengembangkan teknik pemotongan dan pemolesan berlian yang akan meningkatkan pada efisiensi serta mengurangi biaya hingga pada akhirnya terbentuk cincin berlian wanita yang indah untuk dijual dengan harga yang lebih baik.
Di tahun 1870an, produksi batu berlian mentah belum mencapai 1 juta karat. Tahun 1920 angka tersebut bertambah menjadi 3 juta karat per tahun. Setelah itu, 50 tahun kemudian produksi tahunan berlian mentah dunia mencapai 50 juta karat. Di tahun 1990an, angka tersebut bahkan melewati 100 juta karat. Di akhir tahun 1970an, Afrika Selatan berkembang menjadi sebuah produsen cincin berlian wanita terbesar di dunia. Mereka kemudian mensuplai negara lain soal perhiasan berlian aslinya. Bahkan banyak negara yang menawarkan kerja sama dengan mereka dalam urusan pertambangan berlian dan perhiasan berliannya.
Demikian cuplikan sejarah pengolahan cincin berlian wanita di Afrika Selatan hingga pengaruhnya di dunia. Semoga informasi diatas menjadi informasi yang menambah cakrawala kita semua.
The First Indonesia OMNI Channel Jewelry Boutique,
All Item Ready Stock
