Memahami Jenis-jenis Berlian Berdasarkan Asal Usul dan Komposisi Kimianya, Mengapa Hal Ini Penting?
Meski sekilas memiliki kilau yang sama memikat, faktanya tidak semua berlian terbentuk dengan cara yang sama. Ada berlian yang tercipta selama miliaran tahun di dalam perut bumi, ada pula yang diciptakan melalui bantuan teknologi.
Hal ini membuat berlian memiliki komposisi kimia dan kandungan unsur yang berbeda sehingga mempengaruhi warna, tingkat kelangkaan, hingga nilainya di pasaran. Nah, bagi Passioners yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai batu permata mewah ini, berikut jenis-jenis berlian serta karakter unik yang dimiliki setiap batu permata tersebut.
Jenis-Jenis Berlian Berdasarkan Asal Usulnya
Tidak semua berlian terbentuk secara alami di dalam perut bumi. Seiring dengan perkembangan teknologi, Passioners kini tidak perlu menunggu jutaan hingga miliaran tahun untuk menikmati kilau mewah berlian.
Melalui metode tertentu, berlian dapat diciptakan hanya dalam waktu beberapa minggu. Nah, berdasarkan asal-usul dan proses pembentukannya, berikut jenis-jenis berlian asli yang harus Passioners pahami sebelum membeli perhiasan.
1. Berlian Alami
Berlian alami atau natural diamond merupakan berlian yang terbentuk secara alami di dalam perut bumi melalui tekanan dan suhu yang sangat tinggi selama miliaran tahun.
Batu permata ini tersusun dari atom karbon yang mengkristal dan kemudian terbawa ke permukaan bumi melalui aktivitas vulkanik. Karena proses pembentukan yang sangat lama dan langka, berlian alami memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis berlian lainnya.
2. Lab-Grown Diamond
Lab-grown diamond atau sering juga disebut sebagai berlian sintetis merupakan berlian yang diciptakan di laboratorium menggunakan teknologi canggih yang meniru kondisi pembentukan berlian alami.
Meski dibuat oleh manusia, berlian ini memiliki komposisi kimia, struktur kristal, dan tampilan optik yang sama. Perbedaan yang paling menonjol dari keduanya adalah asal-usul atau proses pembentukannya.
Berlian alami terbentuk di alam, sedangkan lab-grown diamond diciptakan melalui proses teknologi seperti HPHT (High Pressure High Temperature) atau CVD (Chemical Vapor Deposition). Selain itu, dilihat dari segi harganya, berlian buatan laboratorium juga jauh lebih terjangkau daripada berlian alami.
3. Treated Diamond
Treated diamond adalah berlian alami yang telah melalui proses pengolahan atau treatment tertentu untuk meningkatkan kualitas tampilannya. Proses pengolahan biasanya dilakukan untuk memperbaiki warna, kejernihan, maupun kilau berlian.
Beberapa metode yang umum digunakan yaitu laser drilling, fracture filling, hingga color enhancement. Meski jenis berlian ini merupakan berlian alami, nilai treated diamond umumnya lebih rendah dibandingkan dengan berlian alami tanpa perlakuan karena kondisinya telah dimodifikasi.
Jenis-jenis Berlian Berdasarkan Komposisi Kimia
Saat berbicara mengenai berlian, Passioners mungkin lebih familiar dengan istilah 4C berlian yang terdiri dari color, cut, clarity, dan carat. Keempat karakteristik tersebut menggambarkan bagaimana tampilan berlian yang kemudian membantu menentukan jenis dan nilainya.
Meski demikian, ahli gemologi ternyata mengandalkan sistem lain untuk menentukan apakah berlian tersebut alami, melalui proses pengolahan, atau bahkan dibuat di laboratorium. Sistem tersebut disebut pengklasifikasian berlian atau diamond typing.
Menurut Gemological Institute of America (GIA), jenis-jenis berlian diklasifikasikan berdasarkan komposisi kimia dan struktur atomnya. Secara lebih spesifik, berlian-berlian ini dikelompokkan berdasarkan ada atau tidaknya unsur jejak seperti nitrogen atau boron.
Para ilmuwan pertama kali memperkenalkan jenis-jenis berlian pada tahun 1930-an, dan membaginya menjadi berlian Tipe I dan Tipe II. Saat ini ahli gemologi membagi lagi kategori-kategori tersebut menjadi Tipe Ia, Tipe Ib, Tipe IIa, dan Tipe IIb.
Berlian Tipe I
Berlian Tipe I merupakan berlian yang mengandung atom nitrogen sebagai pengotor utama dalam struktur karbonnya. Jenis berlian ini terbagi menjadi dua yaitu berlian Tipe Ia dan Tipe Ib.
Berlian Tipe Ia
Berlian tipe Ia mengandung atom nitrogen yang berkelompok. Menurut GIA, sekitar 95% dari semua berlian alami termasuk ke dalam kategori ini. Jenis berlian ini biasanya tampak hampir tidak berwarna hingga kuning muda.
Berlian tipe Ia terbagi lagi menjadi Tipe IaA, di mana atom nitrogen membentuk pasangan yang tidak mempengaruhi warna dan Tipe IaB di mana atom nitrogen membentuk agregat yang lebih besar sehingga menghasilkan warna kuning atau cokelat.
Berlian Tipe Ib
Meski sama-sama mengandung atom nitrogen, berlian tipe Ib memilikinya dalam susunan yang sangat berbeda. Alih-alih membentuk gugusan, atom nitrogen tetap terisolasi di seluruh kisi. Struktur ini memungkinkan berlian tipe Ib untuk menyerap cahaya hijau dan biru sehingga menghasilkan warna kuning yang lebih intens, bahkan terkadang cokelat.
Berlian tipe Ib merupakan jenis berlian yang sangat langka, hanya sekitar 0,1% dari berlian alami. Warna yang pekat dan kelangkaannya membuatnya menjadi salah satu dari jenis-jenis berlian yang sangat dicari oleh para kolektor.
Berlian Tipe II
Berlian tipe II merupakan jenis berlian yang nyaris tidak mengandung atau sama sekali tidak terdeteksi memiliki atom nitrogen. Hal ini membuatnya lebih murni dari berlian tipe I secara kimiawi. Jenis berlian ini juga terbagi menjadi dua, yaitu berlian tipe IIa dan IIb.
Berlian Tipe IIa
Berlian tipe IIa tidak mengandung nitrogen atau boron, menjadikannya sebagai berlian paling murni secara kimiawi yang ditemukan di alam. Menurut GIA, jenis berlian ini hanya sekitar 1 hingga 2 persen dari berlian alami.
Sebagian besar berlian tipe IIa tidak berwarna, namun beberapa menampilkan warna abu-abu, cokelat muda, kuning, merah muda, merah, atau ungu. Warna-warna tersebut bukan berasal dari pengaruh unsur lain, namun dari distorsi struktural yang disebabkan oleh tekanan ekstrem yang muncul selama perjalanan berlian menuju permukaan Bumi.
Berlian Tipe IIb
Berlian tipe IIb merupakan berlian paling langka di Bumi, yaitu hanya sekitar 0,1% dari berlian alami. Berlian ini mengandung boron yang memungkinkannya menghantarkan listrik serta menyerap cahaya merah, oranye, dan kuning. Hal ini membuatnya memiliki warna biru atau biru keabu-abuan.
Meski beberapa berlian tipe IIb menunjukkan kadar boron yang sangat rendah dan tampak hampir tidak berwarna, sebagian besar jenis berlian ini menampilkan warna biru yang jelas.
Mengapa Mengetahui Jenis Berlian Itu Penting?
Bagi para profesional, jenis-jenis berlian memiliki peran yang sangat penting karena dapat membantu menentukan apakah berlian tersebut alami, telah mengalami proses pengolahan, atau dibuat di laboratorium. Hal ini karena setiap jenis berlian memberikan respons yang berbeda terhadap teknik pengolahan berlian seperti HPHT dan iridiasi.
Selain itu, perbedaan jenis berlian juga dapat menjelaskan mengapa berlian tertentu menunjukkan warna yang tidak biasa, bereaksi kuat terhadap sinar ultraviolet, atau berperilaku berbeda selama pemotongan atau pemasangan.
Di sisi lain, bagi kolektor dan pecinta perhiasan, pengetahuan mengenai jenis-jenis berlian akan menambah transparansi dan kepercayaan. Meski informasi mengenai tipe-tipe berlian mungkin tidak tercantum dalam sebagian besar penilaian berlian di toko perhiasan, hal ini justru mempengaruhi segalanya mulai dari warna, kelangkaan, hingga nilainya.
Namun, hal ini tidak berarti 4C berlian tidak penting. Pengetahuan mengenai jenis-jenis berlian justru melengkapi informasi yang seharusnya Passioners ketahui sebelum membeli berlian atau perhiasan.
Tampil Bersinar dengan Berbagai Koleksi Perhiasan Berlian dari Passion Jewelry
Diamond Ring Ashoka CWF2198 Diamond Ring Fancy Yellow CWF2582 Diamond Ring Nuarta S174-CWF3752BL IDR 63,612,000 Diamond 1 = 0.5400 TCW D/VS1 , Diamond 14 = 0.2070 TCW F/VS Specification IDR 308,140,000 Apresiasikan penampilan keseharian anda dengan cincin berlian dari Passion Jewelry agar anda terlihat berkilau dan menarik. Specification IDR 74,999,000 Specification
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Tampilan yang indah dan kilaunya yang menawan memang membuat pesona berlian menjadi hal yang sulit untuk dilewatkan. Tidak heran jika perhiasan berlian menjadi pilihan salah satu aksesori favorit para pecinta perhiasan. Nah, bagi Passioners yang sedang ingin menambah koleksi aksesori mewah, Passion Jewelry memiliki berbagai koleksi perhiasan yang mungkin cocok untuk Passioners.
Mulai dari Diamond Ring Ashoka CWF2198 yang dihiasi dengan berlian Ashoka yang langka, Diamond Ring Fancy Yellow CWF2582 yang dihiasi dengan fancy yellow diamond, atau Diamond Ring Nuarta S174-CWF3752BL yang menawarkan pesona misterius dari berlian hitam, berbagai model perhiasan ini bisa Passioners pilih untuk menyempurnakan penampilan.
Selain beberapa koleksi perhiasan di atas, Passioners juga bisa menjelajahi berbagai model dan desain perhiasan dengan jenis-jenis berlian yang berbeda dengan mengunjungi butik perhiasan Passion Jewelry secara langsung maupun dengan melihat katalog produk dan melakukan pemesanan secara online melalui www.passionjewelry.co.id.



