Pilihan Investasi Safe Haven Buat Kamu di Usia 20-an
Tidak ada kata terlalu muda untuk mulai berinvestasi. Semakin dini kamu memulai investasi, maka semakin panjang pula waktu yang kamu miliki untuk mengumpulkan aset. Warren Buffett, salah satu investor saham tersukses di dunia memulai investasi pertamanya di usia 13 tahun.
Jika kamu masih awam dengan dunia investasi, kamu bisa mencoba membeli aset safe haven. Apa itu aset safe haven?
Safe haven merupakan investasi yang diharapkan mampu bertahan atau meningkat nilainya ketika pasar sedang tidak stabil. Ini merupakan tempat perlindungan yang aman bagi para investor supaya kerugian yang diderita dapat diminimalisir. Investasi safe haven berguna untuk menambah diversifikasi portofolio seorang investor. Namun di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, safe haven bekerja sebagai jaring pengaman yang membantu menekan kerugian para investor.
Nah, apa saja yang termasuk ke dalam safe haven dalam dunia investasi?
-
Emas
Sejak dulu kala, emas menjadi logam mulia yang paling berharga dan nilainya terus mengalami kenaikan. Emas mencatatkan perjalanan panjang sebagai alat hedging yang paling tradisional. Benda ini termasuk salah satu alat investasi paling likuid yang ada di dunia.
Nilai emas diharapkan terus naik dalam jangka panjang seiring dengan terjadinya inflasi, sehingga disebut juga dengan store of value atau alat penyimpanan nilai. Tidak seperti instrumen investasi lain, seperti saham misalnya, nilai emas tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang dibuat oleh pemerintah.
Investasi emas juga dianggap paling cocok bagi pemula karena resikonya yang kecil. Tetapi karena resiko yang ditanggung kecil, maka tidak bisa mengharapkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat ketika berinvestasi dengan emas. Salah satu keunggulan emas sendiri adalah mampu bertahan di tengah situasi ekonomi yang kurang menguntungkan.
Meskipun demikian, bukan berarti investasi emas tidak mengandung resiko. Di satu sisi, emas adalah safe haven yang bisa membantu di segala situasi. Namun perlu diingat bahwa emas berbentuk fisik sehingga rawan dicuri. Agar lebih aman, emas dapat disimpan di bank atau di pegadaian.
-
Surat Utang Negara
Surat Utang Negara atau obligasi pemerintah menjadi instrumen safe haven yang bisa bertahan di segala kondisi. Secara berkala, pemerintah Indonesia sering menerbitkan surat obligasi yang bisa dibeli oleh masyarakat.
Membahas soal obligasi yang bernilai paling tinggi, obligasi pemerintah AS merupakan yang paling banyak dicari di dunia. Surat yang disebut dengan US Treasury ini menjadi safe haven bagi para investor ketika resiko investasi sangat tinggi. Jadi jika harga US Treasury meningkat dan permintaannya juga meningkat, bisa dikatakan bahwa kondisi perekonomian dunia sedang berada dalam resiko tinggi.
Surat obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil (yield) yang cukup tinggi, yaitu di atas 8 persen untuk tenor 10 tahun. Ini menunjukkan bahwa prospek surat utang negara sebagai sarana investasi menjanjikan hasil yang positif di masa depan.
-
Mata Uang Asing
Melindungi aset yang dimiliki di tengah ketidakstabilan ekonomi bisa dilakukan dengan menukar uang rupiah dengan mata uang asing. Dari banyaknya mata uang yang ada, dolar AS dan yen Jepang termasuk yang paling tinggi peminatnya.
Dalam dunia investasi, dolar AS disebut dengan greenback. Mata uang negeri Paman Sam tersebut diminati di seluruh dunia karena digunakan secara luas. Artinya, dolar AS diterima hampir di semua negara yang ada di dunia dan mendapat julukan sebagai mata uang internasional.
Peningkatan PDB AS senilai 20.513 triliun dolar AS membuat greenback semakin berada di atas awan. Nilai dolar AS yang semakin menguat memberikan keuntungan bagi siapa saja yang memilikinya.
Di sisi lain, ada negara Jepang yang menjelma sebagai kekuatan ekonomi Asia. jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia dengan jumlah aset asing mencapai 3,1 triliun dolar AS pada 2018. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari aset milik pemerintah, swasta dan individu. Ketika terjadi ketidakstabilan dalam dunia ekonomi, investor Jepang akan merepatriasi dana yang ada di luar negeri sehingga arus modal yang masuk ke dalam negeri kembali menguat. Secara bersamaan, ini juga akan menguatkan yen Jepang.
-
Saham Defensif
Aset safe haven lain yang cocok untuk kamu di usia 20-an adalah saham defensif. Ini merupakan jenis saham yang tetap memberikan dividen secara konsisten dan pendapatan stabil terlepas dari kondisi pasar. Hal ini hanya terjadi pada perusahaan yang memiliki permintaan konstan untuk produk yang mereka buat.
Saham defensif sering disebut sebagai saham non-siklus karena korelasinya dengan siklus bisnis tergolong rendah. Beberapa sektor yang memiliki saham defensif antara lain adalah perbankan, kebutuhan pokok, utilitas, dan kesehatan. Keempat sektor tersebut selalu dibutuhkan oleh masyarakat, apapun situasi dan kondisi yang terjadi. Oleh karena itu, memulai investasi dari sektor yang konsisten akan menjadi awal yang baik bagi para pemula.
-
Uang Tunai
Berinvestasi dengan uang tunai adalah hal yang sangat tidak disarankan. Namun demikian, uang tunai menjadi satu-satunya tempat perlindungan ketika terjadi penurunan kondisi pasar. Sayangnya, uang tunai tidak menawarkan keuntungan dan pengembalian yang nyata. Uang tunai justru dipengaruhi secara negatif oleh adanya inflasi.
-
Berlian
Berlian juga bisa dijadikan alat investasi jangka panjang yang menguntungkan. Berlian dikenal sebagai batu mulia yang harganya sangat mahal, serta nilainya yang semakin naik dari tahun ke tahun.
Itu dia beberapa jenis aset safe haven yang bisa kamu pertimbangkan untuk memulai investasi. Sebelum membuat keputusan, cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang kekurangan dan kelebihan masing-masing instrumen. Sebaiknya kamu juga bertanya kepada konsultan finansial atau orang di sekitarmu yang lebih berpengalaman dalam investasi.
