Pertanyaan Sebelum Menikah: Hal yang Boleh & Tidak Boleh Dibahas Serta Red Flag yang Perlu Dikenali
Pernikahan merupakan perjalanan panjang yang tidak hanya diisi dengan hal-hal yang manis dan romantis. Terkadang, perbedaan kebiasaan dan cara pandang akan sesuatu pun bisa menyebabkan pertengkaran antar pasangan. Oleh karena itu, mengenal pasangan sebelum menikah tentu menjadi hal yang sangat penting.
Meski demikian, hal ini tidak selalu berarti Passioners bisa bertanya mengenai semua hal. Nah, agar Passioners tidak melakukan kesalahan, berikut hal yang boleh dan tidak boleh menjadi pertanyaan sebelum menikah serta red flag pada diri pasangan yang perlu dikenali.
7 Pertanyaan Sebelum Menikah
Bagi sebagian orang, memulai pembicaraan yang serius dengan pasangan mungkin menjadi hal yang sulit atau canggung untuk dilakukan. Padahal, hal ini sebenarnya sangat penting karena tidak hanya membantu Passioners untuk lebih mengenal pasangan, namun juga memahami kondisi dan harapan satu sama lain setelah pernikahan.
Nah, bagi Passioners yang bingung dalam menyusun pertanyaan, berikut beberapa topik penting yang sebaiknya dibahas dan menjadi pertanyaan sebelum menikah.
1. Tujuan dan Ekspektasi Setelah Menikah
Setiap orang bisa saja memiliki gambaran atau impian yang berbeda mengenai kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, sangat penting untuk membahas harapan serta hal-hal yang ingin satu sama lain capai setelah menikah. Passioners bisa memberikan beberapa pertanyaan seperti:
- Apa tujuan kamu menikah?
- Bagaimana menurutmu gambaran rumah tangga yang ideal?
- Apa tujuan yang ingin kita capai setelah pernikahan?
- Menurutmu apa saja peran suami dan istri?
Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa membantu Passioners untuk memahami apakah Passioners dan pasangan memiliki pandangan yang selaras mengenai kehidupan rumah tangga.
2. Kondisi Finansial dan Gaya Hidup
Masalah finansial merupakan salah satu hal yang perlu dibicarakan secara terbuka sebelum menikah. Pertanyaan sebelum menikah yang diajukan juga sebaiknya bukan hanya tentang jumlah penghasilan, namun juga kebiasaan mengelola uang, utang, tabungan, hingga prioritas finansial.
Passioners bisa membahas mengenai penghasilan dan pengeluaran masing-masing, hutang, cicilan, tanggungan, hingga cara untuk mengatur kebutuhan rumah tangga nanti.
Selain itu, diskusikan juga skenario terburuk, seperti bagaimana jika salah satu dari Passioners atau pasangan kehilangan pekerjaan. Meski pembicaraan mengenai uang mungkin terasa sensitif, keterbukaan sejak awal bisa membantu meminimalisir konflik dan kesalahpahaman di kemudian hari.
3. Anak dan Pola Parenting
Pertanyaan sebelum menikah terkait anak sebaiknya tidak hanya sebatas berapa jumlah anak yang ingin dimiliki, namun juga pola parenting yang ingin diterapkan di kemudian hari. Bicarakan juga mengenai pembagian tanggung jawab dalam pengasuhan hingga kemungkinan seperti kesulitan memiliki keturunan.
4. Hubungan dengan Keluarga Besar
Pernikahan tidak hanya mempertemukan dua individu, namun juga dua keluarga besar. Dalam kehidupan rumah tangga, tidak jarang keluarga besar ikut campur dalam menangani permasalahan atau hal-hal kecil lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui batasan dan ekspektasi masing-masing terhadap keluarga. Passioners bisa mengajukan pertanyaan sebelum menikah seperti:
- Seberapa sering kita akan mengunjungi keluarga?
- Apakah orang tua akan tinggal bersama setelah menikah?
- Bagaimana jika orang tua membutuhkan bantuan finansial?
- Bagaimana cara menyelesaikan konflik dengan keluarga pasangan?
- Sejauh mana keluarga boleh ikut campur dalam rumah tangga?
5. Cara Menyelesaikan Konflik
Tidak ada rumah tangga yang bebas dari konflik. Keberadaan konflik juga tidak berarti rumah tangga Passioners dan pasangan tidak bahagia. Perbedaan dan konflik adalah hal yang wajar, yang penting, Passioners dan pasangan bisa menghadapi konflik tersebut dengan baik.
Oleh karena itu, coba tanyakan ke pasangan hal-hal apa yang biasanya mereka lakukan saat marah, bagaimana cara mereka menyelesaikan konflik, hingga hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang bertengkar. Dari pertanyaan-pertanyaan sebelum menikah tersebut, Passioners bisa melihat apakah mereka mampu berkomunikasi secara dewasa ketika menghadapi masalah.
6. Pembagian Pekerjaan Rumah Tangga
Pekerjaan rumah tangga sebaiknya tidak dianggap secara otomatis menjadi tanggung jawab salah satu pihak. Rumah tangga merupakan hal yang dibangun oleh dua orang, oleh karena itu, segala sesuatu di dalamnya tentu seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
Diskusikan mengenai siapa yang akan memasak, mencuci, membersihkan rumah, berbelanja kebutuhan, mengurus anak, hingga pekerjaan lainnya. Jika memang salah satu atau keduanya tidak bisa mengerjakan tugas tertentu, Passioners dan pasangan bisa berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
7. Kehidupan Sosial dan Waktu Pribadi
Menikah bukan berarti seseorang kehilangan seluruh kehidupan sosial dan ruang pribadinya. Oleh karena itu, Passioners dan pasangan perlu membicarakan batasan yang dianggap nyaman. Sebagai contoh, Passioners bisa mengajukan beberapa pertanyaan sebelum menikah seperti:
- Apakah pasangan boleh memiliki waktu bersama teman?
- Bagaimana pandangan mengenai pertemanan dengan lawan jenis?
- Seberapa sering ingin menghabiskan waktu bersama?
- Apakah masing-masing membutuhkan waktu sendiri?
- Bagaimana penggunaan media sosial setelah menikah?
Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Ditanyakan
List pertanyaan sebelum menikah memang sangat berguna untuk mengenal pasangan lebih jauh. Namun, beberapa pertanyaan ternyata juga bisa menimbulkan masalah yang tidak perlu. Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak Passioners tanyakan kepada pasangan.
1. Detail Hubungan Masa Lalu
Mengenal masa lalu pasangan bisa menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan. Namun, pertanyaan sebelum menikah yang Passioners ajukan sebaiknya memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan kehidupan setelah menikah.
Hindari terus-menerus mengorek masa lalu pasangan hanya untuk mencari kesalahan, membandingkan pasangan dengan orang lain, atau menggunakannya sebagai senjata saat bertengkar.
2. Pertanyaan yang Melanggar Privasi Orang Lain
Mengorek informasi pribadi tentang mantan pasangan, anggota keluarga, atau teman dekat yang tidak berkaitan dengan kehidupan pernikahan sebaiknya tidak dilakukan. Menghormati privasi juga merupakan bentuk kedewasaan dalam sebuah hubungan. Pasangan juga berhak menjaga kerahasiaan informasi yang bukan menjadi haknya untuk dibagikan.
3. Pertanyaan yang Didasari Prasangka Tanpa Bukti
Mengajukan pertanyaan berdasarkan kecurigaan tanpa dasar, seperti langsung menuduh pasangan menyembunyikan sesuatu, tentu akan membuat pasangan merasa tidak nyaman. Hal ini juga bisa membuat pasangan merasa tidak dipercaya meskipun belum melakukan kesalahan. Jika ada hal yang mengganjal, sampaikan dengan tenang dan sertakan alasan yang jelas.
Red Flag Pasangan yang Perlu Dikenali
Selain mengajukan berbagai pertanyaan sebelum menikah serta menyamakan tujuan dan harapan sebelum pernikahan, mengenali red flag pada diri pasangan juga sebaiknya menjadi hal yang Passioners lakukan.
Pasalnya, jika dibiarkan, berbagai tanda tersebut bisa berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius dalam kehidupan rumah tangga. Berikut beberapa red flag yang sebaiknya tidak Passioners abaikan.
- Sering berbohong atau menyembunyikan hal penting.
- Tidak mau mengakui kesalahan dan selalu menyalahkan orang lain.
- Mudah marah, membentak, mengancam, atau melakukan intimidasi.
- Terlalu posesif dan cemburuan tanpa alasan yang jelas.
- Suka mengontrol pergaulan, pekerjaan, pakaian, atau aktivitas pasangan.
- Tidak menghargai privasi dan batasan pribadi.
- Sering merendahkan atau meremehkan pasangan.
- Tidak mau berkompromi dan selalu memaksakan kehendak.
- Tidak terbuka mengenai kondisi keuangan, utang, atau penghasilan.
- Mengabaikan perasaan pasangan dan tidak mampu menyelesaikan konflik secara sehat.
Tips: Jangan Hanya Mendengarkan Jawaban, Perhatikan Perilakunya
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika proses mengenal pasangan adalah terlalu fokus pada jawaban atas pertanyaan sebelum menikah yang diajukan. Padahal, perilaku sehari-hari pasangan justru dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai karakternya.
Misalnya, calon pasangan bisa mengatakan bahwa dirinya menghargai pasangan, tetapi apakah ia benar-benar menghargai batasan dan pendapat pasangan dalam kehidupan sehari-hari? Ia mungkin mengatakan mampu mengelola keuangan, tetapi bagaimana kebiasaan finansialnya selama ini?
Oleh karena itu, kenali pasangan melalui perkataan sekaligus tindakan yang dilakukan. Perhatikan bagaimana ia memperlakukan orang lain, menghadapi masalah, meminta maaf, menerima kritik, dan bersikap ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Sempurnakan dengan Koleksi Perhiasan dari Passion Jewelry
Selain mengenal pasangan dengan pertanyaan sebelum menikah, Passioners juga tentu harus mempersiapkan berbagai hal terkait pernikahan seperti cincin nikah hingga mahar. Nah, bagi Passioners yang sedang mencari koleksi perhiasan yang cocok untuk menyempurnakan momen penuh cinta, Passion Jewelry memiliki berbagai koleksi perhiasan yang bisa Passioners pilih.
Diamond Ring Passion Perfect CWS0373 Diamond Ring Arcobaleno JDR1895 Diamond Ring Fuchsia CWF2856 IDR 31,950,000 Diamond 1 = 0.3000 TCW D/IF Specification IDR 90,040,500 Diamond 100 = 0.7470 TCW F/VS , Sapphire 50 = 5.8580 TCW RBW/NA Specification IDR 29,829,000 Apresiasikan penampilan keseharian anda dengan cincin berlian dari Passion Jewelry agar anda terlihat berkilau dan menarik. Specification
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Descriptions & Detail
Mulai dari cincin solitaire yang simple, elegan, dan timeless, Spectra Collection yang penuh warna, hingga Fuchsia Collection yang menjadi lambang dari cinta tak bersyarat, Passioners bisa memilih koleksi perhiasan yang paling cocok untuk Passioners maupun pasangan.
Berbagai koleksi perhiasan dari Passion Jewelry ini bisa Passioners lihat dan dapatkan dengan mengunjungi butik perhiasan kami secara langsung maupun dengan melihat katalog produk dan melakukan pembelian secara online melalui www.passionjewelry.co.id.



