20th Anniversary
Close

Search Product

Memahami Asal-Usul Berlian: Benarkah Bukan dari Bumi?

asal usul berlian, asal usul berlian asli, asal berlian,

Berlian memang memiliki tampilan dan kilau yang sangat mengagumkan. Tidak heran jika tidak butuh waktu lama bagi seseorang untuk jatuh cinta pada keindahan batu permata yang seringkali disebut sebagai lambang keabadian.

Batu mulia yang satu ini juga menjadi pilihan sangat populer untuk dijadikan sebagai hadiah dalam berbagai acara, mulai dari acara ulang tahun, tunangan, pernikahan, dan berbagai momen spesial lainnya. Namun, di samping popularitas tersebut, tahukah Passioners darimana asal-usul berlian sebenarnya? Nah bagi Passioners yang juga merasa penasaran, berikut penjelasan lengkapnya.

Asal-Usul Berlian

Orang Yunani dan Romawi Kuno percaya bahwa berlian adalah bintang yang jatuh ke bumi. Keindahan luar biasa yang dimiliki berlian bahkan membuat beberapa dari mereka percaya bahwa berlian adalah wujud dari air mata para dewa. Terlepas dari berbagai kepercayaan tersebut, apakah ada teori sains yang menjelaskan asal-usul berlian asli? Ya, memang ada. 

Terdapat 4 proses yang dianggap sebagai asal berlian yang ditemukan di permukaan bumi. Sebagai pecinta berlian, Passioners pasti penasaran akan keempat proses tersebut kan? Mari kita simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini!

Asal-usul Berlian: Mantel Bumi

Banyak ahli geologi percaya bahwa rata-rata berlian yang diperjual-belikan saat ini sebenarnya terbentuk di mantel bumi. Pada dasarnya, berlian merupakan karbon yang terkristalisasi karena panas dan tekanan intens yang terjadi jauh di dalam bumi, sekitar 150 hingga 200 km di bawah permukaan planet ini.

Pada kedalaman tersebut, suhu rata-ratanya berkisar antara 900 hingga 1300 derajat celcius dengan tekanan yang mencapai 45 hingga 60 kilobar. Sebagai perbandingan, tekanan ini sekitar 50.000 kali lebih besar dari pada tekanan atmosfer normal di permukaan bumi. Dalam kondisi ekstrim inilah berlian mulai terbentuk.

Batuan cair yang kita kenal sebagai magma akan terbentuk di sekitar karbon yang ditekan menjadi berlian. Magma ini kemudian mengembang dan terdorong ke atas menuju permukaan bumi, membawa serta batuan yang mengandung berlian. Saat magma naik ke permukaan, ia bergerak dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa.

Hal ini membuatnya mengambil jalur dengan hambatan paling kecil sehingga membentuk "pipa" magma menuju permukaan. Di dalam dan sekitar pipa inilah asal-usul berlian ditemukan. Meski demikian, hanya sekitar 0,5% dari pipa kimberlite yang mengandung berlian berkualitas permata. Tidak heran jika berlian menjadi salah satu jenis permata yang sangat langka.

Asal-usul Berlian: Tumbukan Meteroid

Sepanjang sejarahnya, bumi telah berulang kali dihantam asteroid besar. Ketika asteroid ini menghantam bumi, suhu dan tekanan ekstrim pun dihasilkan.  Tumbukan asteroid besar dengan permukaan bumi akan menghasilkan ledakan energi yang setara dengan banyak senjata nuklir dan suhu lebih panas dari permukaan matahari.

Kondisi suhu dan tekanan tinggi tersebut memicu pembentukan batu mulia intan (yang nantinya menjadi asal-usul berlian). Salah satu kawah asteroid yang diketahui mengandung berlian adalah kawah Popigai di Siberia dan diperkirakan memiliki jumlah 10 kali lebih banyak daripada seluruh cadangan berlian dunia.

Hal ini membuat kawah Popigai menjadi salah satu tambang berlian terbesar di dunia saat ini dan diperkirakan mengandung "triliunan karat" berlian. Namun, karena terbentuk secara instan, berlian yang terbentuk karena tumbukan asteroid ini tidak sempat berkembang menjadi batu permata tunggal yang besar.

Sebagian besar berlian-berlian tersebut merupakan batu polikristalin dengan ukuran kurang dari dua millimeter dan kemurnian rendah sehingga lebih cocok digunakan untuk keperluan industri daripada perhiasan.

Asal-usul Berlian: dari Luar Angkasa

Peneliti NASA telah mendeteksi sejumlah besar nanodiamond di beberapa meteorit. Nanodiamonds sendiri adalah berlian yang diameternya beberapa nanometer (satu per sejuta meter). Sekitar tiga persen karbon dalam meteorit ini terkandung dalam bentuk nanodiamonds. 

Seorang peneliti bernama Smithsonian juga pernah menemukan sejumlah besar batu intan kecil ketika mereka memotong sampel dari meteorit Allan Hills. Intan dalam meteorit ini diperkirakan terbentuk di luar angkasa melalui tabrakan berkecepatan tinggi yang mirip dengan bagaimana berlian terbentuk di bumi di lokasi benturan.

Namun, jenis intan yang terbentuk disini terlalu kecil untuk dapat diolah menjadi berlian dan digunakan untuk keperluan komersial. Oleh karena itu, jarang sekali berlian dari luar angkasa yang kemudian diperjual-belikan di pasaran.

Lab-Grown Diamond

Asal-usul berlian tidak hanya berasal dari proses geologi alami. Perkembangan teknologi yang pesat kini memungkinkan kita untuk membuat berlian di laboratorium.

Jika berlian alami terbentuk jauh di bawah kerak bumi akibat tekanan dan suhu ekstrem, berlian laboratorium diciptakan menggunakan teknik khusus seperti HPHT (High Pressure High Temperature) atau CVD (Chemical Vapor Deposition) yang meniru kondisi pembentukan berlian secara alami, namun dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Hal yang harus Passioners garis bawahi adalah, berbeda dengan anggapan sebagian besar orang, lab-grown diamond bukanlah berlian tiruan atau berlian palsu karena memiliki sifat fisik, kimia, dan optik yang sama persis dengan berlian alami. Tidak heran jika berlian jenis ini kini menjadi pilihan yang semakin banyak diminati oleh pecinta perhiasan karena menawarkan harga yang lebih terjangkau serta dinilai lebih ramah lingkungan.

Tampil Percaya Diri dengan Domine Collection

Diamond Ring Bulky Domine S159-CWF3591

Diamond Earrings Bulky Domine S160-AF1691

Diamond Ladies Ring Bulky Domine S164-CWF3693

Diamond Ring Bulky Domine S159-CWF3591

Diamond Earrings Bulky Domine S160-AF1691

Diamond Ladies Ring Bulky Domine S164-CWF3693

IDR 36,700,000

Descriptions & Detail

 

Specification

Diamond 29 = 0.1 TCW F/VS

IDR 53,500,000

Descriptions & Detail

 

Specification

Diamond 34 = 0.41 TCW F/VS

IDR 53,400,000

Descriptions & Detail

Diamond 90 = 0.462 TCW F/VS

 

Specification

Diamond 90 = 0.432 TCW F/VS

Asal-usul berlian memang menjadi salah satu topik yang menarik untuk diperbincangkan. Meski demikian, tentu tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada memilih perhiasan berlian yang akan digunakan untuk menyempurnakan penampilan. Nah bagi Passioners yang ingin tampil menawan dengan statement jewelry yang unik dan mewah, Domine Collection dari Passion Jewelry mungkin akan menjadi pilihan yang cocok.

Domine Collection merupakan salah satu koleksi perhiasan terbaru dari Passion Jewelry yang menghadirkan perpaduan dari desain yang berani dengan sentuhan elegan yang mencerminkan kekuatan dari dalam diri.

Setiap lengkung serta sudut dari perhiasan ini dirancang untuk mencerminkan diri seorang wanita yang memimpin dengan keanggunan, berbicara dengan tujuan, dan memiliki hati yang lebih kuat dari emas. Lebih dari sekedar perhiasan, koleksi ini merupakan representasi dari kekuatan batin, cinta, dan keberanian yang tetap bertahan serta kekuatan yang disimpan dengan tenang di dalam diri.

Hadir dalam berbagai desain cincin dan anting yang menawan, Domine Collection merupakan pilihan yang sempurna bagi Passioners yang ingin tampil menonjol dengan perhiasan yang bold namun tetap elegan.

Selain Domine Collection, Passioners juga bisa menjelajah keindahan dan kemewahan koleksi perhiasan dari Passion Jewelry lainnya dengan mengunjungi toko perhiasan kami secara langsung maupun dengan melihat katalog produk dan melakukan pemesanan secara online melalui www.passionjewelry.co.id.

* Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada 6 Mei 2021 dan telah diperbarui sesuai tren terkini pada 17 November 2025.

asal usul berlian, asal usul berlian asli, asal berlian,

Be the first to know the latest diamond jewelry information and special offers from us.