Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

Asal Usul Berlian Benarkah Bukan dari Bumi?

Asal Usul Berlian

Keindahan belian memang sangat mengagumkan. Tidak butuh waktu lama untuk seseorang jatuh cinta pada keindahan berlian.

Batu mulia yang satu ini sangat populer untuk dijadikan sebagai hadiah dalam berbagai acara, mulai dari acara ulang tahun, tunangan, pernikahan, dan berbagai momen spesial lainnya. Singkatnya, berlian sudah sangat populer di berbagai kalangan masyarakat.

Di samping popularitas tersebut, tahukah kamu darimana asal berlian sebenarnya?

Orang Yunani dan Romawi Kuno percaya bahwa berlian adalah bintang yang jatuh kr bumi. Keindahan luar biasa yang dimiliki berlian bahkan membuat beberapa dari mereka bahkan percaya bahwa berlian adalah wujud dari air mata para dewa.

Terlepas dari berbagai kepercayaan tersebut, apakah ada teori sains yang menjelaskan asal-usul berlian? Ya, memang ada. 

Terdapat 4 proses yang dianggap sebagai asal-usul banyak berlian yang ditemukan di permukaan bumi. Sebagai pecinta berlian, kamu pasti penasaran akan keempat proses tersebut kan? Yuk, kita simak dalam artikel di bawah ini!

Asal-usul berlian dari mantel bumi

Banyak ahli geologi percaya bahwa rata-rata berlian yang diperjual-belikan saat ini sebenarnya terbentuk di mantel bumi. Batu permata ini muncul setelah adanya letusan gunung berapi.

Letusan gunung berapi menghasilkan pipa intrusi kimberlite dan lamproite. Sebagian besar pipa ini tidak mengandung berlian, atau mungkin mengandung berlian namun dalam jumlah kecil. 

Berlian yang tersimpan di zona ini dikirim ke permukaan bumi melalui letusan gunung berapi yang merobek mantel bumi. Zona inilah yang kerap dijadikan sebagai daerah tambang berlian.

 

Asal-usul berlian dari zona subduksi

Zona subduksi sendiri diartikan sebagai peristiwa bertemunya dua lempeng yang akhirnya membentuk gunung berapi dan menghasilkan gempa bumi.

Bukan hanya dari letusan gunung berapi, banyak berlian kecil yang ditemukan diduga telah tersubduksi jauh ke dalam mantel melalui proses lempeng tektonik, kemudian kembali ke permukaan.

Pembentukan berlian di lempeng subduksi mungkin terjadi hanya sekitar 80 kilometer di bawah permukaan bumi dan pada suhu sekitar 200 derajat Celsius.

 

Asal-usul berlian di lokasi benturan di permukaan bumi

Sepanjang sejarahnya, bumi telah berulang kali dihantam asteroid besar. Ketika asteroid ini menghantam bumi, suhu dan tekanan ekstrim pun dihasilkan.  

Tumbukan asteroid besar dengan permukaan bumi akan menghasilkan ledakan energi yang setara dengan banyak senjata nuklir dan suhu lebih panas dari permukaan matahari.

Kondisi suhu dan tekanan tinggi tersebut memicu pembentukan batu mulia intan (yang nantinya diolah menjadi berlian).

 

Asal-usul berlian dari luar angkasa

Peneliti NASA telah mendeteksi sejumlah besar nanodiamond di beberapa meteorit. Nanodiamonds sendiri adalah berlian yang diameternya beberapa nanometer (satu per sejuta meter). Sekitar tiga persen karbon dalam meteorit ini terkandung dalam bentuk nanodiamonds. 

Seorang peneliti bernama Smithsonian juga pernah  menemukan sejumlah besar batu intan kecil ketika mereka memotong sampel dari meteorit Allen Hills.

Intan dalam meteorit ini diperkirakan terbentuk di luar angkasa melalui tabrakan berkecepatan tinggi yang mirip dengan bagaimana berlian terbentuk di bumi di lokasi benturan.

Namun, jenis intan yang terbentuk disini terlalu kecil untuk dapat diolah menjadi berlian dan digunakan untuk keperluan komersial. Jadi jarang sekali berlian yang diperjual-belikan berasal dari pembentukan di luar angkasa.

 

Nah, itu dia beberapa proses yang memungkinkan terbentuknya berlian. Jadi, asal-usul berlian secara memang tidak hanya dari dalam bumi saja, tetapi bisa dari area-area lain di permukaan bumi bahkan luar angkasa. Namun, kebanyakan berlian komersial yang sering kita lihat memang berasal dari pembentukan berlian di perut bumi. 

Back to Top