Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Perhiasan Emas?

Membeli Perhiasan Emas

Anting adalah salah satu jenis perhiasan yang paling sering dipakai untuk keperluan estetika. Tidak hanya untuk orang dewasa, bayi pun kerap diberikan anting agar ia terlihat lucu. Salah satu bahan anting yang paling sering digunakan adalah anting emas.

Namun, sebagai orang tua kita sering ragu apakah anting emas aman atau tidak jika dipakaikan pada bayi. Hal ini memang menjadi dilema besar. Bayi memiliki kulit yang lebih tipis dan lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa. 

Memasang anting pada telinga bayi memang sah-sah saja, yang penting perhatikan dulu apakah anting emas yang dipasang ke telinga bayi aman atau tidak untuk kulitnya.

Sebelum memakaikan anting emas, telinga bayi harus ditindik terlebih dahulu. Tentu saja hal ini harus dilakukan dengan benar agar tidak terjadi infeksi pada kulit telinga bayi. Jika kamu tidak dapat melakukannya sendiri, kamu bisa pergi ke dokter atau bidan yang biasanya memberikan layanan tindik telinga bayi.

Setelah penindikan telinga bayi dilakukan, biarkanlah tindiknya bertahan selama 6 minggu di telinga. Hal ini dilakukan agar telinga bayi bekas tindikan tersebut pulih terlebih dahulu sehingga ia tidak merasa kesakitan saat diberikan anting yang berbeda nantinya. 

Setelah 6 minggu, kamu bisa memasangkan anting pada bayimu. Namun, para ahli medis menyarankan penggunaan anting pada bayi dilakukan jika ia sudah berusia minimal 2 bulan. Karena jika usianya lebih muda dan ia langsung diberikan anting berupa logam emas, telinganya akan lebih mudah infeksi.

Tapi jika usianya sudah lebih dari 2 bulan, memasangkan anting di telinganya bakalan aman-aman aja kok! Artinya, kamu pun siap memilih anting emas bayi paling lucu untuk ia pakai.

Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, ada beberapa cara memilih anting emas yang aman untuk bayi. 

 

Kadar emas pada anting bayi

Anting emas memiliki kadar emas yang beragam. Karena bayi memiliki kulit yang sangat sensitif, para ahli menyarankan agar anting emas bayi yang digunakan memiliki kadar minimal 14 karat dengan campuran platinum, perak, atau stainless steel. Hal ini dikarenakan logam-logam tersebut, terutama stainless steel, memberikan resiko infeksi dan ruam kulit yang lebih rendah. 

 

Hindari anting emas bayi dengan campuran nikel

Ada beberapa jenis logam mulia yang dapat memicu reaksi alergi, bahkan dapat menimbulkan infeksi dan ruam pada kulit. Salah satunya adalah logam nikel. 

Jika kamu memutuskan untuk membeli anting emas bayi, pastikan tidak ada kandungan nikel pada anting yang kamu beli. Hal ini dikarenakan logam nikel, untuk kulit sensitif, dapat memicu rasa gatal yang sangat kuat pada telinga bayi. 

Namun sekalipun tidak ada kandungan nikel pada anting emas bayi yang kamu beli, kamu tetap harus memperhatikan telinga bayi tersebut karena terkadang logam yang dianggap aman pun dapat memicu reaksi alergi.

Ukuran dan bentuk anting

Jika kamu membeli anting emas untuk bayi, sebaiknya pilihlah anting emas yang berukuran kecil agar tidak terlalu berat di telinga sang bayi dan tidak mengganggu aktivitasnya. 

Kamu juga harus memilih bentuk anting emas yang rata atau bundar, jangan anting yang menjuntai bahkan tajam. Hal ini mengkhawatirkan karena jika sang bayi tidur dengan posisi miring, anting tersebut dapat melukai kulitnya. 

Atau jika ia asyik bermain dan merasa terganggu dengan benda yang menggantung di telinganya, ia akan menarik benda tersebut dengan kasar sehingga membuat telinganya sobek. Tentu kamu tidak mau hal ini terjadi kan?

 

Itulah beberapa cara memilih anting emas yang aman untuk bayi. Sudah siap memberikan yang terbaik untuk bayi lucu-mu?

Back to Top