Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

Bagaimana Cara Menentukan Harga Berlian?

Cara Menentukan Harga Berlian

Berlian merupakan salah satu jenis batu mulia yang harganya dibanderol dengan sangat tinggi. Semakin baik kualitas berlian dan semakin besar ukurannya, maka semakin mahal berlian tersebut.

Berlian sendiri terbentuk di dalam perut bumi yang suhunya sangat tinggi dan terbentuk dari 100% karbon. Proses pembentukan berlian ini berlangsung sangat lama, yakni ratusan hingga jutaan tahun. Inilah yang mengakibatkan berlian sangat langka dan harganya semakin tinggi.

Hingga saat ini, berlian dinobatkan sebagai batu mulia dengan kekerasan dan ketahanan paling tinggi. 

Selain beberapa karakteristik di atas, ada beberapa karakteristik utama sebagai cara menentukan harga berlian. Karakteristik ini disebut dengan 4C, yakni Carat (bobot), Clarity (kejernihan), Color (Warna), dan Cut (potongan).

Untuk penjelasan lebih detail, bacalah artikel di bawah ini!

Menentukan harga berlian dari kejernihannya (Clarity)

Clarity dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kejernihan berlian. Artinya, clarity merujuk pada tingkat kebersihan berlian tersebut. Tolak ukur ini ada karena tentu saja semua berlian tidak luput dari noda. Hal ini disebabkan karena berlian terbentuk dari proses alam. 

Semakin tinggi tingkat clarity sebuah berlian, maka semakin tinggi harganya. 

Selain berkaitan dengan noda, clarity juga berkaitan dengan goresan yang terdapat pada badan berlian. Umumnya, istilah goresan pada berlian tersebut disebut luka atau blemish. Luka pada berlian kebanyakan dihasilkan karena kesalahan manusia.

Dalam menilai tingkat kejernihan berlian juga ada skalanya lho! Tingkat tertinggi disebut dengan Flawless (FL), yakni kondisi di mana noda berlian tidak terlihat meskipun sudah diperbesar 10 kali, sementara tingkat terendah disebut Included (I), yakni kondisi di mana noda pada berlian terlihat sangat jelas.

Kita tidak bisa asal memberikan penilaian tentang tingkat kejernihan berlian karena ada lembaga yang melakukannya sendiri dan mengeluarkan sertifikat clarity, yakni The Gemological Institute of America (GIA).

Menentukan harga berlian dari warnanya (Color)

Umumnya warna berlian dibagi menjadi dua jenis, yakni colorless diamond (berlian transparan) dan fancy color diamond. Untuk penilaiannya pun ada skalanya sendiri, yakni skala D-Z. 

Berlian dalam rentang skala ini memiliki warna normal. Sedangkan di luar skala tersebut, warna berlian biasanya kuning, merah muda, coklat, merah, biru, oranye, dan hijau. Berlian dengan warna-warna inilah yang disebut dengan fancy color diamond.

Warna terjernih pada berlian mendapat nilai D, sementara warna paling pekat mendapat nilai Z. Sama seperti pada tingkat kejernihan berlian, penilaian ini dilakukan oleh GIA. Semakin jernih warna berlian, maka harga berlian pun semakin tinggi. 

Menentukan harga berlian dari potongannya (Cut)

Harga berlian sangat ditentukan oleh pantulan sinar yang dihasilkan. Pantulan tersebut sangat ditentukan oleh potongan berliannya. 

Berlian dengan potongan yang baik akan bercahaya terang dan menghasilkan warna cemerlang. Sebaliknya, berlian dengan potongan yang kurang baik akan terlihat lebih kusam.

GIA memberi skala cut pada berlian mulai dari fair, good, very good, ideal dan signature ideal.

Karena potongan berlian sangat menentukan harga, maka proses pemotongan (pengasahan) harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya presisi, rapi, dan proporsional.

Menentukan harga berlian dari bobotnya (Carat)

Carat merupakan istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada bobot berlian. Carat sangat berpengaruh pada harga berlian. Semakin berat bobotnya, maka semakin besar carat-nya.

1 carat sama dengan 0,2 gram. Berlian dengan bobot 1 carat bisa memiliki harga mencapai 100 juta. Meskipun demikian, penentuan harga dengan bobot juga harus memperhatikan clarity, color, dan cut.

Itulah beberapa cara menentukan harga berlian. Jika kamu ingin membeli berlian berkualitas dengan 4C yang baik, Passion Jewelry jawabannya!

Back to Top