Hi, Passioner!

Our Products

Close

Search Product

Mengetahui Kadar Kemurnian Emas Cincin Kawin Dan Cara Mengujinya

menguji kadar kemurnian emas

Kadar Kemurnian Emas

Ketika Anda pergi ke toko perhiasan untuk membeli atau memesan sebuah cincin kawin emas biasanya Anda akan ditanya ingin membeli emas dengan tingkatan karat berapa. Tingkatan karat ini menentukan harga suatu perhiasan emas. Namun tahukah Anda, apa sebenarnya yang dimaksud dengan karat tersebut?

Karat adalah satuan yang ditetapkan untuk mengukur kadar kemurnian emas. Karat berbeda dengan satuan berat. Kadar kemurnian emas dibagi menjadi beberapa tingkatan, dari 18-24 karat. Emas dengan kadar 24 karat adalah emas yang 100% murni tanpa adanya bahan campuran lain di dalamnya. Semakin tinggi kadar kemurniannya maka harganya akan semakin mahal.

Untuk mempermudah penghitungan kadar dan karat pada cincin kawin emas Anda bisa melihatnya dalam tetapan yang telah dibuat oleh Standart Nasional Indonesia (SNI) berikut ini.

  • 24 karat = 99,00-99,99%
  • 23 karat = 94,80-98,89%
  • 22 karat = 90,60-94,79%
  • 21 karat = 86,50-90,59%
  • 20 karat = 82,30-86,49%
  • 19 karat = 78,20-82,29%
  • 18 karat = 75,40-78,19%

Walau hanya berbeda sedikit namun emas dengan kadar 24 karat akan memiliki harga yang lebih tinggi dibanding dengan emas dengan kadar 23 karat.

Biasanya emas yang akan dibentuk menjadi perhiasan akan dicampur dengan bahan logam lainnya, misalnya perak atau tembaga. Hal ini bertujuan untuk memperkokoh perhiasan karena emas murni memiliki tekstur yang lunak dan sulit untuk menopang detail perhiasan lainnya. Campuran bahan lain ini akan menyebabkan kadar emas berkurang.

Agar tidak tertipu saat membeli perhiasan emas ada baiknya Anda meminta penjual untuk melakukan pengujian. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menguji kadar emas, yaitu :

1. Pengujian dengan berat jenis

Setiap benda memiliki berat jenis masing-masing yang berbeda. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menguji kadar kemurnian emas. Pertama-tama emas ditimbang menggunakan timbangan. Hasil beratnya disebut berat kering. Setelah itu taruh segelas air di atas timbangan dan masukkan emas yang telah diikat dengan tali ke dalam air. Berat yang didapat disebut dengan berat basah. Hasil pembagian berat kering terhadap berat basah akan menyatakan massa jenisnya. Untuk masa jenis emas sendiri adalah 19,3 gram/cm3. Jika bukan seperti itu berarti emas tersebut adalah emas palsu.

2. Pengujian dengan gold tester

Gold tester adalah alat yang biasa digunakan untuk menguji kemurnian emas. Cara menggunakannya adalah dengan menempelkan ujung gold tester ke arah emas yang ingin diuji.

3. Pengujian dengan menggoreskan emas

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggosokkan emas yang ingin diuji dapat Anda ke batu, keramik atau kertas. Jika hasil gosokan menimbulkan bekas goresan berwarna hitam berarti emas itu palsu. Emas dengan kandungan murni tidak akan meninggalkan bekas goresan.

4. Pengujian dengan larutan asam

Emas juga dapat diuji kadar kemurniannya dengan menggunakan larutan asam nitrat. Caranya adalah dengan meneteskan satu tetes ke atas emas dan melihat apakah ada perubahan atau tidak. Jika emas berubah warna maka berarti emas tersebut palsu atau mengandung logam lain. Sedangkan jika tidak ada perubahan berarti emas tersebut asli.

Dengan pengujian ini Anda dapat mengetahui emas pada cincin kawin yang akan dibeli tersebut palsu atau tidak sehingga Anda akan terhindar dari penipuan. Anda dapat membeli berbagai perhiasan emas di Passion Jewelry yang terjamin kualitas emas, serta keamanannya. Tampil mempesona dengan perhiasan dari Passion Jewelry.

 

Artikel Terkait : 

Harga Cincin Pernikahan Terbaru Dan Terlengkap

Makna Indah Cincin Kawin Yang Anda Gunakan

5 Hal Yang Harus Dipahami Pria Sebelum Membeli Cincin Tunangan Untuk Pasangan

Benarkah Cincin Tunangan Unik Sedang Digemari Oleh Generasi Millenial?

Jakarta Jewelry Store Terlengkap

Back to Top